Rabu, 24 April 2013

TEORI-TEORI KLASIK PEMBANGUNAN EKONOMI

Teori-teori klasik pembangunan ekonomi melalui 4 aliran pemikiran yang tekkadang bersaing, 4 pendekatan tersebut adalah:

  1.  Model Pertumbuhan Tahap Linear (Linear Stages of Growth Models)
  2. Teori dan Pola Perubahan Struktural (Theories and Patterns of Structural Changes)
  3. Revolusi Ketergantungan Internasional (The International Depedence Revolution)
  4. Kontrarevolusi Pasar Bebas Neoklasik (The Neoclasical, Free Market Counterrevolution)

1. TAHAP LINEAR, PEMBANGUNAN SEBAGAI PERTUMBUHAN

Tahap-Tahap Pertumbuhan Rostow 
Negara maju telah melampaui tahap "tinggal landas secara otomats", sedangkan negara berkembang atau terbelakang pada umumnya masih tahap masyarakat tradisional atau tahap ke dua yakni menyusun kerangka dasar tinggal landas.

2. MODEL PERUBAHAN STRUKTURAL

Teori Pembangunan Lewis
Pembangunan yang terbelakang terdiri dari 2 sektor, yaitu:
  •  Sektor Tradisional
Marginal produktifitas tenaga kerja sama dengan Nol. Lewis mendefenisikan  surplus labor sebagai suatu fakta bahwa  jika sebagian tenaga kerja itu ditarik dari sektor pertanian maka sektor tersebut tidak akan kehilangan outputya.

  • Sektor Industri Perkotaan Moderen
Tingkat produktifitasnya yang tinggi dan menjadi tempat penampungan tenaga kerja yang ditransfer dari sektor subsisten.

Kritikan Terhadap Model Lewis
  •  Tingkat pengalihan tenaga kerja dan penciptaan kesempatan kerja sebanding dengan tingkat akumulasi modal sektor moderen. tingginya tingkat akumulasi modal, maka tinggi juga tingkat pertumbuhan sektor moderen dan semakin cepat penciptaan lapangan kerja baru. Namun kenyataannya keuntungan para kapitalis akan selalu ditanamkan ke Luar Negeri yang akan menciptakan pelarian modal.
  • Adanya dugaan bahwa pedesaan mempunyai kelebihan tenaga kerja, sedangkan di perkotaan terjadi penyerapan faktor-faktor produksi secara optimal (full employment), Namun keadaannya yang terjadi di dunia ketiga pengangguran di perkotaan cukup besar dan hanya sedikit surplus tenaga kerja di pedesaan.
  • Adanya dugaan bahwa pasar tenaga kerja yang kompetitif di sektor moderen dapat menjamin kelangsungan upah rill di perkotaan yang konstan smapai pada titik dimana surplus tenaga kerja habis dipakai. Dugaan ini tidak dapat dipakai.
  • Adanyanya asumsi tingkat hasil yang semakin menurun di sektor industri moderen
Perubahan Struktural dan Pola-Pola Pembangunan 
Berlawanan dengan teori Lewis, dimana teori ini menyatakan bahwa peningkatan tabungan dan investasi merupakan syarat yang harus dipenuhi, akan tetapi tidak dapat berdiri sendiri dalam memacu pertumbuhan ekonomi.
Adanya kendala-kendala ekonomi yaitu:
  • Terbatasnya SDA dan SDM
  • Kendala kelembagaan : lemahnya mekanisme dan sasaran pemerintah
  • Kendala Internasional : kelangkaan akses untuk modal dan teknologi moderen untuk menghadapi persaingan dalam perdagangan internasional
  • tingkat kemajuan diantara sesama negara berkembang

3. REVOLUSI KETERGANTUNGAN INTERNASIONAL

Model Ketergantungan Neokolonial
Pengembangan pemikiran kaum Marxis. Model ini menghubungkan keberadaan negara-negara terbelakang terhadap revolusi sejarah antara negara kaya dan miskin dalam suatu sistem kapitalis internasional.

Model Paradigma Palsu 
Menghubungkan keterbelakangan negara dunia ketiga dengan kesalahan dan ketidaktepatan saran yang diberikan oleh pengamat atau pakar internasional

Tesis Pembangunan Dualistik
 Gagasan akan adanya sebuah negara bermasyarakat ganda. Pandangan ini melihat bahwa dunia terbagi dalam 2 kelompok besar yakni negara-negara kaya dan miskin, dan diantara negara berkembang terdapat penduduk yang kaya diantara banyak penduduk yang miskin.

Teori-Teori Ketergantungan Mempunyai 2 Kelemahan, yaitu :
  1. Teori-teori ini hanya menawarkan sedikit penjelasan formal dan informal mengenai apa yang harus dilakukan oleh negara-negara tersebut guna mengawali dan menjaga kelangsungan pembangunan.
  2. pengalaman ekonomi negara berkembang dengan diikuti oleh kampanye revolusi dan produksi yang dikelola pemerintah kebanyakan mengalami kegagalan.

4. KONTRA REVOLUSI NEOKLASIK FUNDAMENTALISME PASAR

Teori Pertumbuhan Noeklasik
Pertumbuhan output selalu bersumber dari satu atau lebih dari 3 faktor, yaitu: 
  1. Kualitas dan kuantitas tenaga kerja
  2. Penambahan modal
  3. Penyempurnaan teknologi
Perekonomian Tertutup
Tidak menjalani hubungan dengan pihak luar, tingkat tabungannya yang rendah (CP) dan dalam jangka pendek mengalami laju pertumbuhan yang lambat apabila dibandingkan dengan perekonomian yang memiliki tingkat tabungan tinggi.

Perekonomian Terbuka
Mengadakan hubungan perdagangan, investasi, dan hubungan yang lain-lain dengan pihak luar, mengalami peningkatan pendapatan perkapita.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar